TRIAH BULKIAH MAHASISWA BERPRESTASI REKAYASA KEHUTANAN 2018

Dosen Pembina Kemahasiswaan Rekayasa Kehutanan bersama para finalis mahasiswa berprestasi Prodi Rekayasa Kehutanan 2018 pada proses seleksi mahasiswa berprestasi tingkat prodi

Penulis: Dr. Ichsan Suwandhi

Bulan Februari ini menjadi bersejarah dan membahagiakan bagi Triah Bulkiah, karena dirinya terpilihsebagai MAHASISWA BERPRESTASI PRODI REKAYASA KEHUTANAN SITH ITB 2018, setelah melalui proses seleksi bersama lima finalis lainnya, yaitu Selly Surya, Nurina Alya Khirunnisa, Rikki Herno Saragih, Fakhri Akmalludin dan Fitri Nurul Kamila.

Bagi civitas akademika Prodi Rekayasa Kehutanan ITB, sosok Triah mahasiswa angkatan 2015 kelahiran Baleendah Bandung sudah sangat dikenal, karakternya yang ramah dan murah senyum ini dikenal sangat aktif di himpunan mahasiswa rekayasa kehutanan ITB “HMH SELVA” terutama dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai kepala divisi community development. Kegiatan akademik selalu dijalaninya dengan serius dan enjoy sehingga selalu mampu menyelesaikan tugas-tugas akademiknya dengan baik. Triah juga merupakan sosok yang memiliki kemampuan komunikasi ilmiah yang baik, hal inidibuktikannya dengan hampir selalu menjadi “best presenter” pada presentasi-presentasi mata kuliah di Prodi Rekayasa Kehutanan. Puteri Bale Endah Bandung ini juga sangat dikenal sebagai sosok yang humoris dengan kelakar-kelakarnya yang menghibur, berjiwa seni, khususnya di bidang music dan menggambar.

Selain aktivitas akademik dan organisasi, Triah juga kerap mengikuti berbagai kegiatan pendukung keprofesian dan kompetisi-kompetisi ilmiah baik tingkat regional maupun nasional. Bentuk dedikasinya yang spektakuler adalah menjadi “semifinalis pada “National Student Scientific Paper Competition “Inovasi Untuk Negeri 2017” Hosted by Inovator Nusantara 2017. The tittle of the paper is “Auto-Eco Running Text On Traffic Light Sebagai Upaya Minimalisasi Efek Rumah Kaca Akibat Emisi CO2 dari Kendaraan di Perkotaan Seluruh Indonesia”

Selain itu, Triah bersama timnya juga pernah mengikuti kompetisi essai nasional yang diselenggarakanoleh UIN SIKA Riau dengan tulisannya mengenai “ hutan gambut sebagai penyeimbang siklus karbon dunia”.

Sosok yang hidup di daerah langganan banjir ini telah membuatnya memiliki motivasi yang tinggi untuk bisa mengatasi permasalahan lingkungan baik bagi daerahnya maupun bagi Indonesia. Pilihannya masuk Prodi Rekayasa Kehutanan ITB dipandangnya sangat tepat untuk mengantarkannya suatu saat menjadi sarjana yang berguna bagi lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia. Dari prestasi-prestasi yang diraihnya dan aktivitias-aktivitas yang diikutinya semakin menguatkan motivasinya untuk selalu peduli terhadap lingkungan.

Bravo “TRIAH” siap menjawab tantangan “sustainable development goals”… berikan selalu dedikasimu bagi ibu pertiwi.. jangan biarkan air matanya berlinang..

Salam Lestari

Ditulis oleh: Ichsan Suwandhi (Pembina Kemahasiswaan Prodi Rekayasa Kehutanan SITH ITB)

Berita Terkait

IndonesiaEnglish